Skip to main content

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KISI DIFRAKSI (SINAR LASER)

 

Laporan Praktikum Kisi Difraksi Oleh Dwi Putri Restuti

 

PRAKATA

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur  penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran “Fisika”. Jenis tugas yang diberikan adalah melaksanakan praktikum mengenai kisi difraksi, khususnya pengaruh jarak layar ke kisi terhadap panjang gelombang.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1.      Kaslan, S.Pd. Mat., M.M. selaku kepala SMA Negeri 1 Jakenan.

2.      Sri Suwarni, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Fisika sekaligus pembimbing praktikum.

3.      Teman-teman XII – IPA 1.

Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Fisika Tahun Pelajaran 2016/2017 kelas XII – IPA 1 SMA Negeri 1 Jakenan. Melalui penugasan ini diharapkan para siswa dapat memahami tentang kisi difraksi yang pada gilirannya dapat diimplementasikan  dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu manfaat  yang dapat dirasakan  adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran  para siswa yang  sebagian besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Semoga Laporan ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integratif. Kritik dan saran perbaikan sangat penulis harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan  tugas kelompok ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakenan, 29 September 2016

 

Penulis

 


 

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

KISI DIFRAKSI

 

A.    Tujuan

Menentukan panjang gelombang suatu sumber cahaya pada kisi difraksi.

 

B.     Alat dan Bahan

No.

Nama Alat dan Bahan

Jumlah

1.

Kisi Difraksi

1 buah

2.

Laser

1 buah

3.

Mistar

2 buah

4.

Layar

1 buah

 

C.    Dasar Teori

Suatu sifat gelombang yang menarik adalah bahwa gelombang dapat dibelokkan oleh rintangan. Secara makroskopis, difraksi dikenal sebagai gejala penyebaran arah yang dialami seberkas gelombang ketika menjalar melalui suatu celah sempit atau tepi tajam sebuah benda. Gejala ini juga dianggap sebagai salah satu ciri khas gelombang yang tidak memiliki partikel, karena sebuah partikel yang bergerak bebas melalui suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah.

Ditinjau secara makroskopis, gelombang elektromagnet yang tiba pada permukaan sebuah layar (screen) akan menggetarkan elektron bagian luar dari atom-atom layar itu. Diumpamakan cahaya yang ditinjau bersifat monokromatis yang berarti bahwa medan listriknya berosilasi dengan frekuensi tertentu. Maka setelah tercapai keadaan stasioner dalam waktu singkat, elektron-elektron tersebut akan berosilasi dengan frekuensi tertentu dan dengan frekuensi yang sama. Antara gelombang datang dan semua gelombang radiasi elektron akan terjadi proses interferensi yang mantap.

Kisi difraksi merupakan suatu piranti untuk menganalisis sumber cahaya. Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit-slit paralel yang berjarak sama. Suatu kisi dapat dibuat dengan cara memotong garis-garis paralel di atas permukaan plat gelas dengan mesin terukur berpresisi tinggi. celah diantara goresan-goresan adalah transparan terhadap cahaya dan arena itu bertindak sebagai celah-celah yang terpisah. Sebuah kisi dapat mempunyai ribuan garis per centimeter. Dari data banyaknya garis per centimeter kita dapat menentukan jarak antar celah atau yang disebut dengan tetapan kisi (d) , jika terdapat N garis per satuan panjang, maka tetapan kisi d adalah kebalikan dari N , yaitu:

d =

Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens, tiap bagian celah berlaku sebagai sebuah sumber gelombang.

Percobaan Young menggunakan satu sumber cahaya tetapi dipisahkan menjadi dua bagian yang koheren, sedangkan percobaan Fresnel menggunakan dua sumber koheren, sehingga pada layar terjadi pola-pola terang (interferensi konstruktif = maksimum) dan gelap (interferensi destruktif = minimum).

Rumus untuk interferensi maksimum

d . sin θ = n . λ

Rumus untuk interferensi minimum

d . sin θ =

Pembelokan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah disebut difraksi gelombang. Sama halnya dengan gelombang, cahaya yang dilewatkan pada sebuah celah sempit juga akan mengalami lenturan. Difraksi cahaya terjadi juga pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada
jarak yang sama. Celah sempit yang demikian disebut kisi difraksi. Semakin banyak celah pada sebuah kisi, semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar.

Jika berkas cahaya monokromatis dijatuhkan pada sebuah kisi, sebagian akan diteruskan sedangkan sebagian lagi akan dibelokkan. Akibat pelenturan tersebut, apabila kita melihat suatu sumber cahaya monokromatis dengan perantara sebuah kisi, akan tampak suatu pola difraksi berupa pita-pita terang. Intensitas pita-pita terang mencapai maksimun pada pita pusat dan pita-pita lainnya yang terletak di kiri dan kanan pita pusat. Intensitas pita berkurang untuk warna yang sama bila pitanya jauh dari pita pusat.

 

D.    Prosedur Percobaan

1.      Mengukur jarak kisi ke layar sepanjang 1 m.

2.      Menghidupkan laser dan mengarahkannya pada kisi difraksi yang besarnya 100 garis/mm.

3.      Mengamati garis terang dan garis gelap pada layar kemudian membuat titik sesuai dengan kedudukan garis terang dan gelap pada layar (kertas buram).

4.      Mencari panjang gelombang yang digunakan antara dua garis terang yang berdekatan untuk n = 1, n = 2.

5.      Mengulangi langkah 1 – 4 untuk kisi yang besarnya 300 garis/mm pada n = 1, n = 2, dan n = 3.

6.      Mengulangi langkah 1 – 4 untuk kisi yang besarnya 600 garis/mm pada n = 1.

 

E.     Hasil pengamatan

*      Tabel Hasil Pengamatan

a         N = 100 garis/mm

No.

L (m)

N (garis/m)

d (m-1)

n

∆y (m)

λ (m)

1.

1

100

10-5

1

7 . 10-2

7 . 10-7

2.

1

100

10-5

2

14 . 10-2

7 . 10-7

3.

1

100

10-5

3

215 . 10-3

7,16 . 10-7

Rata-Rata

 

b        N = 300 garis/mm

 

No.

L (m)

N (garis/m)

d (m-1)

n

∆y (m)

λ (m)

1.

1

300

0,33 . 10-2

1

215 . 10-3

7,16 . 10-7

2.

1

300

0,33 . 10-2

2

465 . 10-3

7,74 . 10-7

Rata-Rata

7,45 . 10-7

 

c         N = 600 garis/mm

L (m)

N (garis/m)

d (m-1)

n

∆y (m)

λ (m)

1

600

0,17 . 10-5

1

45 . 10-2

75 . 10-8

Rata-Rata

75 . 10-8

 

*      Analisis Perhitungan

a         N   = 100 garis/mm

d   =

=  garis/m

= 10-5 garis/m

v  Jarak antara garis terang dan garis gelap yang berdekatan (∆y)

1.      Jarak antara terang pusat dengan orde ke-1

∆y  = 7 cm

      = 7 . 10-2 m

 

2.      Jarak antara terang pusat dengan orde ke-2

∆y  = 14 cm

      = 14 . 10-2 m

3.      Jarak antara terang pusat dengan orde ke-3

∆y  = 21,5 cm

      = 215 . 10-3 m

v  Panjang gelombang (λ)

1.      Untuk n = 1

               =  

        =  

                 =   7 .  10-7 m

2.      Untuk n = 2

               =   

       =   

                      =   7 .  10-7 m

3.      Untuk n = 3

               =   

    =   

                 =    m

=    m

b        N   = 300 garis/mm

d    =

=  garis/m

= 0,33 . 10-5 garis/m

v  Jarak antara garis terang dan garis gelap yang berdekatan (∆y)

1.      Jarak antara terang pusat dengan orde ke-1

∆y  = 21,5 cm

      = 215 . 10-3 m

2.      Jarak antara terang pusat dengan orde ke-2

∆y  = 46,5 cm

      = 465 . 10-3 m

v  Panjang gelombang (λ)

1.      Untuk n = 1

               =   

  =   

                 =    m

=    m

2.      Untuk n = 2

               =   

  =   

                              =   

                 =    m

=    m

c         N   = 600 garis/mm

d    =

=  garis/m

= 0,17 . 10-5 garis/m

v  Jarak antara garis terang dan garis gelap yang berdekatan (∆y)

Jarak antara terang pusat dengan orde ke-1

∆y  =  cm

      =  m

v  Panjang gelombang (λ)

Untuk n = 1

               =   

    =   

                  =    m

 =    m

 

F.     Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan

Berapakah panjang gelombang cahaya yang Anda gunakan untuk praktikum ?

Jawab:   Untuk kisi difraksi yang terdiri dari 100 garis/mm mempunyai panjang gelombang 7 . 10-7, untuk kisi difraksi yang terdiri dari 300 garis/mm mempunyai panjang gelombang 7,45 . 10-7, dan untuk kisi difraksi yang terdiri dari 600 garis/mm mempunyai panjang gelombang 75 . 10-8.

G.    Kesimpulan

Dari percobaan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1.      Kisi difraksi merupakan penyebaran gelombang suatu piranti untuk menganalisis sumber cahaya.

2.      Semakin banyak celah atau kisi maka semakin kecil panjang gelombangnya. Hal tersebut dapat diketahui dengan menggunakan rumus: λ =  , untuk menentukan jarak antara dua baris (d) menggunakan rumus d =  .

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://notechaca.blogspot.co.id/2013/11/laporan-praktikum-kisi-difraksi.html

http://ari-irawan4.blogspot.co.id/2014/05/kisi-difraksi.html

http://goes2physic.blogspot.co.id/2012/02/laporan-praktikum-kisi-difraksi.html

http://blogkaryasiswa.blogspot.co.id/2015/09/laporan-praktikum-kisi-difraksi.html


 

DOKUMENTASI

 

Mempraktikkan sinar laser pada kisi difraksi 100 garis/mm



 

Mempraktikkan sinar laser pada kisi difraksi 300 garis/mm



 

Mempraktikkan sinar laser pada kisi difraksi 600 garis/mm




 

Mendiskusikan hasil praktikum




Comments

Popular posts from this blog

Praktikum Portofolio dan Pasar Modal Syariah

.. Let’s Study! Have a nice day! Merajut Asa Meraih Cita-Cita Semangat Belajar Menggapai Masa Depan Cerah Mata Kuliah Praktikum Portofolio dan Pasar Modal Syariah Dosen Pengampu Dwi Putri Restuti, M. E. Deskripsi Mata Kuliah Pembelajaran dari mata kuliah Praktikum Portofolio dan Pasar Modal Syariah adalah mahasiswa belajar tentang konsep dasar investasi dan portofolio sehingga mampu melakukan analisis terhadap berbagai jenis bentuk investasi keuangan yang ada di pasar modal dan pasar uang. Berdasarkan analisis yang dilakukan diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memberikan masukan terkait pengambilan keputusan investasi berdasarkan penilaian sekuritas keuangan, pembentukan portofolio dan evaluasi kinerja portofolio. RPS File RPS Praktikum Portofolio dan Pasar Modal Syariah   Introduction Islam Rahmatan Lil 'Alamin   Moderasi Beragama Tracer Study Materi Pembelajaran 1. Dasar-Dasar Investasi dan Portofolio (Sub CP-MK1) 2. Pasar Modal dan Go Public (Sub CP-MK1) 3. Saha...

Analisis Laporan Keuangan UMKM

  .. Let’s Study! Have a nice day! Merajut Asa Meraih Cita-Cita Semangat Belajar Menggapai Masa Depan Cerah Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan UMKM Dosen Pengampu Dwi Putri Restuti, M. E. Deskripsi Mata Kuliah Pembelajaran dari mata kuliah Analisis Laporan Keuangan UMKM adalah memberikan wawasan sebagai pengguna laporan keuangan dalam analisis dan proses evaluasi prospek ekonomi dan risiko perusahaan pada analisis bisnis yang berguna dalam pengambilan keputusan bisnis, yang meliputi analisis laporan keuangan berdasarkan hasil pengukuran rasio keuangan likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas. RPS File RPS Analisis Laporan Keuangan UMKM   Introduction Moderasi Beragama Tracer Study Materi Pembelajaran 1.    Pengantar Analisis Laporan Keuangan (Sub CP-MK1) 2.    Metode Analisis Laporan Keuangan (Sub CP-MK1) 3.    Analisis Laporan Laba Rugi (Sub CP-MK1) 4.    Analisis Laporan Arus Kas (Sub CP-MK1) 5.    Anal...

Manajemen Aset Dana Sosial Syariah

.. Let’s Study! Have a nice day! Merajut Asa Meraih Cita-Cita Semangat Belajar Menggapai Masa Depan Cerah Mata Kuliah Manajemen Aset Dana Sosial Syariah Dosen Pengampu Dwi Putri Restuti, M. E. Deskripsi Mata Kuliah Pembelajaran dari mata kuliah Manajemen Aset Dana Sosial Syariah adalah mahasiswa belajar tentang konsep, prinsip, dan praktik manajemen aset dana sosial syariah, khususnya yang bersumber dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Materi mencakup perencanaan, penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, pelaporan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan aset sosial syariah. RPS File RPS   Manajemen Aset Dana Sosial Syariah Introduction Moderasi Beragama Tracer Study Materi Pembelajaran 1. Pengantar Manajemen Aset Dana Sosial Syariah (Sub CP-MK1) 2. Konsep ZISWAF dan urgensinya dalam pembangunan ekonomi (Sub CP-MK2) 3. Prinsip syariah dalam pengelolaan aset sosial (Sub CP-MK2) 4. Lembaga pengelola dana sosial syariah: BAZNAS, LAZ, Nadzir (Sub CP-MK2) 5. S...